Perjalanan ke Taman Nasional Tanjung Puting


Assalamualaikum Wr, Wb, ....

Syukur Alhamdulillah saya dan teman teman manajemen 01 mendapat kesempatan dari Allah SWT untuk mengunjungi Taman Nasional Orangutan di Tanjung Puting Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah pada pertengahan bulan November tepat pada tanggal 19. seluruh mahasiswa manajemen 01 ikut dalam kuncungan tersebut

Start dari Pangkalan Bun menuju Kumai (tempat pangkalan kelotok) sekitar 15 menit, kemudian kami 44 orang ditambah 1 orang guide dan 2 orang pengemudi kelotok menuju Tanjung Puting menggunakan 1 buah kelotok besar

Perjalanan dari Teluk Kumai menuju Tanjung Puting sekitar selama 4 jam. Dari Teluk Kumai melewati Sungai Sekonyer, dimana sebagian sungai ini telah tercemar akibat dari adanya pabrik penambangan emas di daerah sekitarnya. Dari Sungai Sekonyer melewati Sungai Tanjung Puting atau biasa disebut juga dengan nama Sungai Camp Leakey. Sepanjang perjalanan kami melewati Tanjung Harapan kawasan orangutan juga dan ada pula tempat untuk penelitian buaya.

Rombongan kami menyempatan untuk singgah di tanjung harapan. kami di beri kesempatan untuk ikut menanam pohom melestarikan alam. sungguh pengalaman yang luar biasa buat saya perbadi.

Dan setelah selesai kami pun melanjutkan perjalan kami. Yang membuat saya tegang adalah karena saya tidak menduga perjalanan sungai agak masuk ke pedalaman dan sinyal handphone juga tidak ada, suasana sunyi yang misterius begitu kental terasa, seakan diamnya sungai Sekonyer yang sebagian berwarna coklat pekat seperti tanah adalah bentuk protes akan pencemaran alam. 

Sesampainya di Tanjung Puting (ada turis lain juga dari mancanegara) kita berjalan masuk sekitar 300meter diatas jembatan kayu yang dibuat secara sukarela oleh aktivis menuju ke tempat wisata tamanorangutan.

 

Ternyata disana kita sudah disambut oleh uwak uwak yang sedang menunggu makanan tiba. dan tak lama orang hutan pada datang ada beberapa yang bergantungan di pohon-pohon dan yang lain berada di atas tanah sekitar tempat wisata. Raja orangutan bernama TOM menggantikan KOSASI yang sudah tua, ada juga yang bernama UNYUK yang paling nakal. Di kawasan ini terdapat sekitar 3000 orangutan yang hidup liar di hutan Tanjung Puting.  Jam makan (feeding) itu dari jam 14.00 samapai 16.00 dimana semua orangutan akan dipanggil dari hutan dengan kode tertentu dan semua akan berkumpul di tempat wisata Tanjung Puting.

Melihat kehidupan orangutan tersebut semakin menyadarkan kita bahwa kita sebagai manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna, namun terkadang manusia sering lalai dan lupa akan berkah keberadaannya. Kawasan Taman Nasional Orangutan Tanjung Putingmerupakan salah satu tempat wisata alam yang patut dikunjungi, untuk melihat kehidupan satwa yang semakin langka di muka bumi ini. Demikianlah kesan-kesan perjalanan saya, sebagai oleh-oleh dan kenangan di Tanjung Puting sudah saya persembahkan kepada teman-teman pembaca blog arsaniza. Banyak kata yang harusnya terungkap lewat hati, namun keterbatasan jualah yang ada pada diri saya. Semoga bermanfaat.

 Wasalamualaikum Wr, Wb.. ^_^

Komentar